AS, Jepang Langsungkan Latihan Angkatan Laut Bersama

Angkatan Laut AS dan Jepang mengadakan latihan bersama di Laut Filipina minggu ini, untuk unjuk kekuatan seiring meningkatnya ketegangan dengan China dan Korea Utara.

Washington dan Beijing berselisih mengenai berbagai masalah, mulai dari chip hingga tarif, namun keduanya khawatir dengan meningkatnya keagresifan militer China di Pasifik.

China mengklaim Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai miliknya dan telah berjanji akan merebut pulau itu, jika perlu dengan kekerasan. Akhir-akhir ini China meningkatkan tekanan terhadap Taiwan, termasuk dengan melangsungkan latihan militer besar-besaran di Selat Taiwan.

Laksamana Muda AS Carlos Sardiello menyebut latihan gabungan tersebut yang melibatkan lebih dari 10 kapal AS, termasuk dua kapal induk, merupakan “kesempatan latihan yang besar bagi kami.”

“Operasi kami di sini mencerminkan penegasan hak maritim semua negara sesuai dengan hukum internasional terhadap kebebasan navigasi dan operasi udara, di mana pun yang diperbolehkan,” kata Sardiello kepada wartawan di anjungan USS Carl Vinson.

“Para pelaut kami yang sangat terlatih dapat beroperasi di wilayah yang kompleks dan diperebutkan ini. Mereka bisa menjadi kekuatan yang mematikan serta dapat bertahan dan melaksanakan misi, terlepas dari apapun ancamannya,” katanya.

Laksamana Muda AS Christopher Alexander (kiri), komandan Carrier Strike Group 9, tiba di atas kapal induk USS Carl Vinson selama latihan maritim tiga hari AS dan Jepang di Laut Filipina, 31 Januari 2024. (Richard A. Brooks / AFP)

Pihak berwenang Jepang dilaporkan meningkatkan perencanaan darurat untuk mengevakuasi puluhan ribu orang dari pulau-pulau dekat Taiwan jika terjadi keadaan darurat militer.

Kapal-kapal Jepang dan China sering terlibat dalam insiden tegang di wilayah sengketa itu, khususnya di kepulauan Senkaku di Laut China Timur, yang dikenal oleh Beijing sebagai Diaoyu.

Korea Utara juga membuat marah Jepang dengan uji coba rudal jelajah dan balistik, termasuk yang dilakukan pada bulan November yang terbang di atas Okinawa dengan membawa satelit militer.

Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat telah memperdalam hubungan trilateral mereka, termasuk melalui pertemuan puncak tiga pihak pada bulan Agustus di Camp David yang diselenggarakan oleh Presiden AS Joe Biden.

Tokyo dan Seoul juga berupaya meningkatkan hubungan dengan Beijing, di mana para menteri luar negeri ketiga negara tersebut sepakat pada bulan November untuk mempercepat upaya penyelenggaraan pertemuan puncak tiga pihak dalam waktu dekat. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com