AS akan Kembalikan Karya Seni yang Dicuri Nazi

Otoritas Amerika Serikat (AS) mengumumkan pada Jumat (19/1) bahwa dua lukisan senilai $2,5 juta yang dicuri oleh rezim Nazi dan akhirnya dipamerkan di museum-museum AS akan dikembalikan kepada keluarga Fritz Grunbaum. Ia merupakan seorang seniman kabaret Yahudi Austria yang tewas dalam tragedi Holocaust.

Sebelumnya AS juga mengembalikan tujuh karya seni yang dicuri dari Grunbaum pada 1938 dan dijual oleh Nazi untuk mendanai perang mereka.

Allen Museum of Art di Oberlin College telah menyimpan lukisan “Girl with Black Hair” yang bernilai sekitar $1,5 juta, sedangkan “Portrait of a Man” seharga $1 juta menjadi koleksi Museum Seni Carnegie.

Keduanya merupakan karya Egon Schiele, seniman ekspresionis Austria.

“Ini adalah kemenangan demi keadilan, dan kenangan akan seorang seniman pemberani, kolektor seni, dan penentang Fasisme,” kata Timothy Reif, seorang hakim dan kerabat Grunbaum yang meninggal di kamp konsentrasi Dachau.

“Sebagai ahli waris Fritz Grunbaum, kami bersyukur bahwa pria yang memperjuangkan kebenaran di masanya terus membuat dunia lebih adil beberapa dekade setelah kematiannya yang tragis.”

Selain tujuh barang yang dikembalikan tahun lalu dan dua barang terbaru yang akan diserahkan kembali, satu barang telah diserahkan oleh seorang kolektor langsung kepada pihak keluarga.

“Fakta bahwa kami berhasil mengembalikan sepuluh karya seni yang dijarah oleh Nazi menunjukkan dukungan keras dari kerabatnya untuk memastikan karya seni indah ini akhirnya bisa dikembalikan ke negaranya,” kata Jaksa Wilayah Manhattan, Alvin Bragg.

Grunbaum, yang juga seorang kolektor seni dan kritikus rezim Nazi, memiliki ratusan karya seni, termasuk lebih dari 80 karya Schiele.

Karya-karya seni Schiele, yang dianggap “menggelikan” oleh Nazi, sebagian besar dilelang atau dijual ke luar negeri.

Grunbaum ditangkap Nazi pada t1938. Ia dipaksa untuk menandatangani surat kuasa kepada pasangannya saat berada di Dachau. Sang pasangan kemudian diminta untuk menyerahkan seluruh koleksi keluarganya sebelum Grunbaum dideportasi ke kamp konsentrasi lain, yang saat ini menjadi wilayah Belarus. [ah/ft]

Sumber: www.voaindonesia.com