Akses PBB ke PLTN Ukraina Dibatasi Demi Keamanan

Rusia, Jumat (5/1), mengukuhkan bahwa pihaknya telah mencegah badan pengawas nuklir PBB untuk mengakses bagian-bagian pembangkit listrik di Zaporizhzhia, Ukraina. Itu dilakukan, kata Rusia, demi alasan keamanan.

Pejabat-pejabat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah berada di lapangan untuk memantau pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tersebut sejak September 2022, enam bulan setelah PLTN itu direbut pasukan Rusia.

Menanggapi pernyataan IAEA yang mengatakan bahwa tim mereka dilarang memeriksa ruang-ruang reaktor, Renat Karchaa, seorang pejabat di Rosatom Rusia, menuduh mereka mencoba mengakses “cangkang-cangkang penahan.” “Sebuah cangkang penahan, dan terutama yang tersegel, bukanlah museum atau area di mana kita bebas berjalan-jalan,” kata Karchaa kepada kantor berita RBC Rusia. “Dalam mode ‘tersegel’, akses personel ke cangkang penahan dilarang dan hanya diizinkan dengan alasan yang jelas dan dalam kasus darurat,” tambahnya.

Ketua IAEA Rafael Grossi mengatakan dalam pernyataan pada Rabu bahwa para ahli tidak diizinkan mengakses ruang reaktor di tiga unit PLTN tersebut selama dua minggu. IAEA, kata Grossi, akan terus meminta akses ke ruang reactor itu, tempat inti reaktor dan bahan bakar bekas berada.

“Isi pernyataan terbaru ini memberi kita alasan untuk berasumsi bahwa Rafael Grossi tidak mendapat informasi yang cukup lengkap, atau informasi tersebut disampaikan oleh orang-orang yang kurang profesional, yang sulit dipercaya,” kata Karchaa.

PLTN tersebut berhenti memasok listrik ke jaringan listrik Ukraina pada September 2022, dan berulang kali diguncang oleh penembakan dan serangan drone selama konflik. [ka/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com